AGUNGDo. Connect. Create. Hubungi Kami

Beranda › Wawasan › Berita

Berita

KUR tembus Rp262 triliun: kredit makin diarahkan ke sektor produksi

Berita5 menit bacaRedaksi AGUNG

Penyaluran KUR 2026 mencapai Rp262 triliun untuk lebih dari 4 juta debitur, dengan 65,9 persen ke sektor produksi. Apa artinya bagi pelaku usaha yang sedang menyiapkan pengajuan kredit?

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 telah mencapai Rp262 triliun dan menjangkau lebih dari 4 juta debitur per 26 Oktober 2026. Angka itu disampaikan dalam forum internasional tentang kredit program pemerintah di Nusa Dua, Bali, sebagaimana diberitakan ANTARA pada 29 Oktober 2026.

Angka-angka kuncinya

Sebelumnya, dalam acara di Pontianak pada 19 Oktober 2026, Menteri UMKM juga menyebut bahwa selama dua tahun terakhir KUR menjangkau sekitar 3,9 juta pelaku UMKM yang baru pertama kali mengakses pembiayaan formal (ANTARA, 19 Oktober 2026).

Arah kebijakan: produksi lebih diutamakan

Pesan terkuat dari data ini adalah arah penyaluran. Pemerintah menjaga agar sebagian besar kredit program mengalir ke kegiatan produksi, seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan, alih-alih ke perdagangan semata. Untuk 2027, Menteri UMKM mengusulkan porsi sektor produksi tetap di kisaran 65 persen.

Data juga memperlihatkan dua sisi. Penjangkauan debitur baru melampaui target, tetapi graduasi, yaitu debitur yang berhasil naik kelas, baru sekitar dua pertiga dari target. Akses kredit makin luas, sementara pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan kredit itu benar-benar membuat usaha tumbuh.

Apa artinya bagi pelaku usaha

  1. Usaha produksi punya posisi yang lebih menguntungkan. Bila usaha Anda mengolah bahan baku, bertani, beternak, atau memproduksi barang, tunjukkan dengan jelas bagaimana kredit akan menambah kapasitas produksi.
  2. Siapkan legalitas dan catatan sederhana. Nomor Induk Berusaha (NIB), catatan penjualan, dan arus kas beberapa bulan terakhir akan sangat membantu saat bank menilai kelayakan.
  3. Rencanakan untuk naik kelas, bukan hanya meminjam. Gunakan kredit untuk hal yang menambah pendapatan, misalnya peralatan, bahan baku, atau sertifikasi yang membuka pasar baru.
  4. Pahami kewajibannya. KUR tetap utang yang harus dibayar. Hitung kemampuan bayar dengan skenario penjualan yang konservatif.

Catatan AGUNG

Kredit adalah salah satu pintu, tetapi bukan satu-satunya. Bagi usaha yang belum siap menanggung cicilan tetap, kemitraan bagi hasil atau masuknya mitra ahli bisa menjadi pelengkap. Melalui Kurasi & Deal Scoring, AGUNG membantu pelaku usaha menilai jalur pendanaan mana yang paling sesuai dengan tahap usahanya.

Tulisan ini bersifat informasi umum, bukan nasihat hukum, pajak, maupun investasi. Untuk keputusan atas usaha Anda, konsultasikan dengan profesional yang berwenang.

Punya usaha yang siap tumbuh, atau pengalaman yang ingin Anda bagikan?

Ceritakan kepada kami. Tim AGUNG akan menghubungi Anda kembali.

Hubungi AGUNG →

Wawasan lainnya